Nama Lain al-Quran Beserta Artinya dan Dalilnya

Duniaquran.com – Mengenal Al-Quran (Ta’riful Quran) adalah sebuah keniscayaan bagi umat Islam. Bagaimana tidak, sedangkan Al-Qur’an adalah kitab sucinya: firman Allah SWT yang berisi petunjuk dalam kehidupan ini sekaligus referensi pertama (maraaji’ al-ulaa) dalam beribadah kepada Allah Azza wa Jalla. Mengenal Al-Qur’an (Ta’riful Qur’an) adalah langkah awal kita untuk berinteraksi lebih jauh dengan Al-Qur’an.

Siapa yang tidak mengetahui tentang al-Quran, sebuah mukjizat yang diberikan pada nabi terakhir, mukjizat yang tidak dimiliki nabi lain. Sangat rugi kirinya jika kita tidak mengetahui akan keutama’an al-Quran, lebih-lebih apa itu al Quran, surat-surat dalam al-Quran, dan semua hal yang berkaitan tentang al-Quran.

al-Quran Menurut Bahasa

Pada tulisan kali ini penulis akan sedikit menjelaskan tentang apa-apa yang berkaitan dengan al-Quran. Mulai dari yang pertama, mengenai pengambilan kata atau nama. Kata al-Quran terambil dari kata (قرأ) yang artinya membaca, atau terambil dari kata (قراءة) yang artinya baca’an, namun dalam kaidah bahasa arab kata (قرأ/قراءة/ قرأن ) itu dianggap satu arti, karena berasal dari satu kata (satu fi’il), yakni (قرأ). Yang kedua mengenai arti. Sebagaimana yang dijelaskan oleh imam Mannaul-qotton dalam kitabnya yang berjudul; Mabahis fi ulumil qur’an, al-Quran secara istilahnya adalah kalamullah yang diturunkan pada nabi Muhammad karena dapat melemahkan dengan satu surat saja (i’jaz), dan jika kita membacanya (al-Quran) maka kita dianggap beribadah. Mengenai kalamullah sebenarnya Allah Ta’ala tidak hanya memberikan satu nama saja, yakni al-Quran, melainkan banyak nama, semisal ; al-kitab, al-Furqan, dan ad-Dikri. Juga mengenai sifat al-Quran, Allah Ta’ala juga memberikan banyak sifat, diantanya ; Nur, Huda, Syifa’, Mubin, dll.

ada beberapa pendapat terkait asal muasal kata al quran, imam al farra’ dalam kitabya maa’nil quran lil farra’ beliau mengatakan bahwa lafadz al quran tidak menggunakan hamzah dan di ambil dari kata qarain jamak dari lafad qariinah yang berarti indikator (petunjuk) hal ini di sebabkan karena al quran sebagian ayat ayat al quran itu serupa antar satu dengan yang lainnya , maka seolah olah sebagian ayat ayatnya itu merupakan indikator atau petunnjuk dari apa yang di maksud dari ayat yang serupa tersebut .

Sementara imam azzajjaj dalam kitabnya beliau sendiri berpendapat bahwa lafadz al quran itu berhamzah berhamzah berwazan fu’lan di ambil dari kata al qor’u yang berarti menghimpun , hal ini di sebabkan karana al quran merupakan kitab suci yang adapat menghimpun intisari ajaran ajaran darimkitab kitab sebelumya,

Sedangkan al imam abdul adzim azzarqoni dalam kitabnya yang bertajuk “manahilul irfan fi uluumil quran beliau mengemukakan bahwa pendapat yang paling kuat adalah bahwa lafadz al quran adalah masdar yang murodif dengan kata qiraah , sebagaima firman allah dalam al quran surat al qiyamah ayat 17-18 إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (17) فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ (18) 

sebenarnya masih banyak pendapat pendapat ulama terkait bangaimana sebenarnya nama al quran, namun penulis hanya mencukupkan pada dua pendapat ini saja karena menurut hemat penulis dua definisi di atas sudah di anggap cukup dan insya allah bisa mewakili pendapat pendapat lain terkait asal muasal nama al quran.

al-Quran Menurut Istilah

Sudah kita ketahui bersama bahwa al quran adalah kalamullah,berarti bukan kalamnya manusia ‘’ kalamul basyarii ‘’ dan  tidak ada keraguan tentang hal itu, wal hasil, kalamullah tidaklah sama dengan kalamnya manusia , karna kalamnya manusia  min nahiyatil lafdhi bil ma’nal masdari  tidak lain adalah : menggerkakannya manusia pada lisannya untuk megucapkan huruf dari makhroj makhrojnya. Hal tidak perlu perlu penjabaran terlalu lebar,

Definisi al quran secara istilah mempunyai klasifikasi sebagaimana berikut:

  1. Sebagian ulama ada yang meringkas definisi al quran secara istilah dengan mengatakan bahwa al quran adalah kalamullah yang diturunkan kepada nabi muhammad saw yang tertulis dalam mushaf dan diriwayatkan secara mutawatir.
  2. Ada pula ulama yang memdefinisikannya secara tafsili , yaitu menyebutkan semua identitas al quran yang meliputi kalam allah yang mu’jiz yang diturunkan kepada nabi ,tertilis dalam mushaf dan membacanya bernilai ibadah. Di awali surat al fatihah dan di akhiri surat an nas, misalnya al imam ali asshobuni dalam kitanya ‘’ at tibyan fi uluumil quran’’ beliau megutarakan defini al quran sebagai berikut.

القران هو كلام الله المعجز المنززل على خاتم الانبياء والمرسلين بواسطة الامين جبريل الكتوب في المصاحف المنقول الينا بالتواتر المتعبد بتلاوته المبدوء بسورة الفاتحة ولمختوم بسورة الناس

Definisi inilah yang kemudian sesuai dengan yujuan ulama usuliyyun . mereka mendefinisikan al quran adalah lafad yang di turunkan kepada nabi ,diriyatkan secara mutawatir dan membcanya bernilai ibadah.

NamaNama Lain AlQuran

Dalam kitab al itqan fii ulumil quran al imam suyuti mengatakan bahwa abul maa’li pengarang kitab al burhan fii musykilatil quran beliau mengtakan bahwa ada kurang lebih 55 nama untuk al quran.

Diantara nama namanya adalah

  1. Al Quran dan nama ini bisa di lihat antara lain pada surat al baqorah ayat 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ (185)                                                                                                                                                    artinya. Bulan ramadhan adalah bulan yang di dalamnya di turunkan (permulaan) al quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan penjelasan pengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil) QS al baqarah ayat 185.

 

  1. Al Furqan. Nama ini bisa kita temukan dalam al quran, misalnya firman allah dalam surat al furan ayat pertama تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا (1) artinya. Maha suci allah yang telah menurunkan al furqan kepada hambanya ,agar ia menjadi peringatan kepada seluruh alam . QS al furqan ayat 1.
  2. Al Kitab. Nama ini bisa kita temukan dalam al quran, antara lain dalam surat an nahl misalnya dalam al quran allah berfirman. وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَى هَؤُلَاءِ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ (89)

artinya .kami turunkan kepadamu alkitab agar menjadi putunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang orang yang berserah diri. QS an nahl ayat 89.

Terterakhir dari penulis , al quran adalah satu satunya kitab ummat islam yang tak dimiliki oleh  ummat umat sebelumnya , yang pasti al quran punya banyak keistimewaan.

Diantara keistimewaan Al-Qur’an adalah pahala besar yang akan diperoleh bagi orang yang membacanya. Membaca Al-Qur’an, dengan demikian, bernilai ibadah yang sekaligus membedakannya dari hadits Qudsi. Baik dalam shalat maupun di luar shalat.

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS. Fathir : 29-30)

Rasulullah SAW mengabarkan pahala membaca Al-Qur’an ini dalam sabdanya:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم َرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Siapa saja yang membaca satu huruf Kitabullah (Al-Qur’an), ia akan mendapatkan satu kebaikan. Satu kebaikan itu setara dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatak Alif Lam Mim sebagai satu huruf. Alif satu huruf, Lam satu huruf, Mim satu huruf. (HR. Tirmidzi)

Demikianlah, definisi Al-Qur’an secara bahasa (etimologi) dan terminologi (istilah) yang disertai dengan dalil-dalil pendukung. Semoga setelah mengkaji materi Ta’riful Qur’an (Mengenal Al-Qur’an) ini keimanan kita kepada Al-Qur’an semakin meningkat dan interaksi kita dengan Al-Qur’an semakin berkualitas.