Huruf Hams, Jahr, Istifal dan Isti'la

Huruf Hams dan Pengertiannya

Hams (همس): Secara bahasa berarti samar atau tidak terang. Maksudnya ialah suara berdesis (nafas terlepas) ketika huruf diucapkan atau dimatikan. Berarti, huruf hams adalah huruf-huruf yang bersifat samar atau tidak terang.

Huruf-huruf Hams ada sepuluh, dirumuskan dalam فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتْ

Hal:[263]

Ayat 16: في السماء, Fā’ dan Sīn termasuk huruf Hams karena suara terlepas atau berdesis ketika dicapkan atau dimatikan.

Ayat 26: مِنْ صَلْصلٍ, ād bersifat Hams karena suara terlepas atau berdesis ketika dicapkan atau dimatikan.

Hal:[264]

Ayat 34: فاخرج منها, Fā’, Khā’ dan Ḥā’ termasuk huruf Hams karena suara terlepas atau berdesis ketika dicapkan atau dimatikan.

Ayat 40: الْمُخْلَصِيْن, Khā’ dan ād bersifat Hams karena suara terlepas atau berdesis ketika dicapkan atau dimatikan.

Hal:[265]

Ayat 53: نبشرك, Syīn dan Kāf bersifat Hams karena suara terlepas atau berdesis ketika dicapkan atau dimatikan.

Ayat 66: مُصْبِحِيْن, ād dan Ḥā’ bersifat Hams karena suara terlepas atau berdesis ketika dicapkan atau dimatikan.

Hal:[266]

Ayat 83: الصيحة, Sād dan ā’ bersifat Hams karena suara terlepas atau berdesis ketika dicapkan atau dimatikan.

Ayat 85: فَاصْفَحِ الصَّفْح , Fā’, Sād, dan Ḥā’ bersifat Hams karena suara terlepas atau berdesis ketika dicapkan atau dimatikan.

HaLāman 267

Huruf Jahr dan Pengertiannya

Jahr (جهر): Secara bahasa berarti tampak atau terang. Maksudnya ialah suara tidak mengelurkan desis (nafas tertahan) ketika huruf diucapkan atau dimatikan.

Huruf-hurufnya adalah semua huruf selain huruf-huruf Hams.

Ayat 91: عِضِيْن, ‘Aīn dan Ḍād bersifat Jahr karena nafas tertahan atau tidak mengeluarkan desis ketika diucapkan.

Ayat 4: خلق, Lām dan Qāf bersifat Jahr karena nafas tertahan atau tidak mengeluarkan desis ketika diucapkan.

Hal:[268]

ayat 7: إلى بلد , Hamzah, Lām, Bā’ dan Dāl bersifat Jahr karena nafas tertahan atau tidak mengeluarkan desis ketika diucapkan.

Ayat 13: يَذَّكَّـرُوْن, Żāl dan Rā’ bersifat Jahr karena nafas tertahan atau tidak mengeluarkan desis ketika diucapkan.

Hal:[269]

Ayat 23: يعلم, Yā’, ‘Aīn, Lām dan Mīm bersifat Jahr karena nafas tertahan atau tidak mengeluarkan desis ketika diucapkan.

Ayat 26: لايَشْعُرُون, Lām , ‘Aīn, dan Rā’ bersifat Jahr karena nafas tertahan atau tidak mengeluarkan desis ketika diucapkan.

Hal:[270]

Ayat 28: تعملون, ‘Aīn, Mīm, Lām, Wāwu dan Nūn bersifat Jahr karena nafas tertahan atau tidak mengeluarkan desis ketika diucapkan.

Ayat 34: يَسْتَهْزِءُون, Yā’, Hā’, Zāi, dan Hamzah bersifat Jahr karena nafas tertahan atau tidak mengeluarkan desis ketika diucapkan.

Hal:[271]

Ayat 36: ولقد بعثنا, Wāwu, Lām, Qāf, Dāl, Bā’, ‘Aīn dan Nūn bersifat Jahr karena nafas tertahan atau tidak mengeluarkan desis ketika diucapkan.

Ayat 39: كذِبـِيـْن, Żāl, Bā’, dan Nūn bersifat Jahr karena nafas tertahan atau tidak mengeluarkan desis ketika diucapkan.

Hal:[272]

Huruf Isti’la dan Pengertiannya

Isti‘lā’ (استعلاء): Secara bahasa berarti naik atau terangkat. Maksudnya lidah terangkat atau naik ke langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf.

Huruf-hurufnya ada tujuh, dirumuskan dalam: خُصَّ ضَغْطٍ قِظْ

ayat 48:خَلَقَالله, Khā’ dan Qāf bersifat Isti‘lākarena lidah terangkat atau naik ke langit-langit mulut ketika diucapkan.

Ayat 54: الضُّرُّ, Ḍād bersifat Isti‘lākarena lidah terangkat atau naik ke langit-langit mulut ketika diucapkan.

Hal:[273]

Ayat 58: وهو كظيم, Ẓā’ bersifat Isti‘lā karena lidah terangkat atau naik ke langit-langit mulut ketika diucapkan.

Ayat 62: مُفْرَطُون, Ṭā’ bersifat Isti‘lākarena lidah terangkat atau naik ke langit-langit mulut ketika diucapkan.

Hal:[274]

ayat 66 : بطونها, Ṭā’ bersifat Isti‘lā karena lidah terangkat atau naik ke langit-langit mulut ketika diucapkan.

Ayat 72 : الطَّيِّبت, Ṭā’ bersifat Isti‘lākarena lidah terangkat atau naik ke langit-langit mulut ketika diucapkan.

Hal:[275]

ayat 77: ولله غيب , Gīn bersifat Isti‘la’  karena lidah terangkat atau naik ke langit-langit mulut ketika diucapkan.

Ayat 79: مُسَخَّرت, Khā’ bersifat Isti‘lā karena lidah terangkat atau naik ke langit-langit mulut ketika diucapkan.

Hal:[276]

ayat 80: ومن أصوافها, Ṣād bersifat Isti‘lākarena lidah terangkat atau naik ke langit-langit mulut ketika diucapkan.

Ayat 85: ظَلَمُوا, Ẓā’ bersifat Isti‘lākarena lidah terangkat atau naik ke langit-langit mulut ketika diucapkan.

Hal:[277]

Huruf Istifal dan Pengertiannya

Istifāl (استفال): Secara bahasa berarti turun atau ke bawah. Maksudnya lidah turun ke dasar mulut ketika mengucapkan huruf.

Huruf-hurufnya adalah semua huruf selain huruf-huruf Isti‘lā.

Keterangan: Setiap huruf Isti‘lā’ selalu disertai dengan suara tebal (Tafkhīm). Sebaliknya huruf Istifāl selalu disertai dengan suara tipis (Tarqīq).

ayat 91: ماتفعلون, Mīm, Tā’, Fā’, ‘Aīn, Lām, Wawu, dan Nūn bersifat Istifāl karena ketika diucapkan lidah turun ke dasar mulut.

Ayat 93: تَعْمَلُون, Tā’, ‘Aīn, Mīm, dan Lām bersifat Istifāl karena ketika diucapkan lidah turun ke dasar mulut.

Hal:[278]

ayat 94: عذاب عظيم, ‘Aīn, Żāl, Bā’, Yā’, dan Mīm bersifat Istifāl karena ketika diucapkan lidah turun ke dasar mulut.

Ayat 102: وَبُشْرَى , Wāwu, Bā’, dan Syīn bersifat Istifāl karena ketika diucapkan lidah turun ke dasar mulut.

Hal:[279]

ayat 103: بشر, Bā’, Syīn dan Rā’ bersifat Istifāl karena ketika diucapkan lidah turun ke dasar mulut.

Ayat 108: الغفِلُون, Gīn, Fā’, Lām dan Nūn bersifat Istifāl karena ketika diucapkan lidah turun ke dasar mulut.

Hal:[280]

ayat 114: تعبدون, Tā’, ‘Aīn, Bā’, Dāl, Wāwu dan Nūn bersifat Istifāl karena ketika diucapkan lidah turun ke dasar mulut.

Ayat 118: عَذَابٌ, ‘Aīn, Żāl, dan Bā’ bersifat Istifāl karena ketika diucapkan lidah turun ke dasar mulut.

Hal:[281]

ayat 119: إن ربك, Hamzah, Nūn, Rā’, Bā’ dan Kāf bersifat Istifāl karena ketika diucapkan lidah turun ke dasar mulut.

Ayat 128 : مُحْسِنُون, Mīm, Ḥā’, Sīn, dan Nūn bersifat Istifāl karena ketika diucapkan lidah turun ke dasar mulut.