Kisah Gajah yang Bikin Nangis!

Abu Abdullah Al-Qalanisi pernah melakukan perjalanan jauh menggunakan perahu, tiba-tiba angin menggoncang perahunya hingga seluruh penumpang panik, demi kesuksesan bersama mereka semua bernadzar termasuk juga Al-Qalanisi, ”Saya bersumpah jika Allah menyelamatkanku dari musibah ini maka aku tidak akan pernah makan daging gajah”. Ucap Al-Qalanisi yang dipaksa ikut bernadzar, apa boleh nadzar seperti itu?

Apa ada orang yang makan daging gajah? Tanya salah seorang penumpang. Tak berselang lama kapal itu kemudian pecah, para penumpang terdampar dan berhari-hari tidak makan, kemudian datanglah seekor anak gajah dan makan dagingnya. Sementara Al-Qalanisi tetap konsisten pada nadzarnya, tidak akan makan daging gajah meski telah dipaksa makan karena alasan darurat.

Saat mereka terlelap dalam tidur, tibalah induk gajah mencari anaknya, ia berjalan mengikuti jejak anaknya, hingga menemukan bekas tulang belulang anaknya. Induk gajah itu, mencimi satu persatu tubuh mereka yang sedang terlelap, setiap tercium daging gajah pada satu orang, ia langsung menginjak orang tersebut sampai mati.

Tiba saatnya, induk gajah mendekati Al-Qalanasi untuk diciumi, namun si induk tidak mencium bau daging gajah. Induk gajah menggerak-gerakkan tubuhnya dan memberi isyarat agar Al-Qalanisi bersedia menungganginya, setelah duduk di atas punggungnya, gajah tadi mengantarkan Al-Qalanisi kesebuah perekebunan yang terdapat banyak pepohonan. Di tempat tersebut, Al-Qalanisi ditemui masyarakat setempat yang hendak bekerja, mereka menyambutnya dengan hangat dan ramah, sampai-sampai ia dipersilahkan kerja disana. Hingga pada akhirnya Al-Qalanisi bisa pulang ke kampung halamanya.