Mengenal Huruf Ithbaq, Infitah, Idzlaq, dan Ishmat

Kali ini, admin duniaquran.com akan membagikan kepada kalian seputar sifat huruf. Setelah sebelumnya membahas huruf hams dan lain sebagainya, kali ini saya akan membahas huruf ithbaq, ifitah, idzlaq, dan ishmat.

Namun, sebelum lanjut, alangkah baiknya jika pembaca hendak membangun TPQ yang nyaman dan aman, terlebih dahulu berhubungan dengan Jasa Kontraktor Rumah Tangerang. Silahkan mencoba!

Huruf Ithbaq

Iṭbāq (اطباق): Secara bahasa berarti melekat. Maksudnya lidah melekat pada langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf.

Huruf-hurufnya ada empat, yaitu: Ṣād, Ḍād, Ṭā’ danẒa’ (ص, ض, ط, ظ)

Ayat 1:

البصير, Ṣād bersifat Iṭbāq karena ketika mengucapkan huruf lidah melekat pada langit-langit mulut.

Ayat 04:

وقضينا, Ḍād’ bersifat Iṭbāq karena ketika mengucapkan huruf lidah melekat pada langit-langit mulut.

Hal:[283]

Ayat 08:

حصيرا, Ṣād bersifat Iṭbāq karena ketika mengucapkan huruf lidah melekat pada langit-langit mulut.

Ayat 12:

تفصيلا, Ṣād bersifat Iṭbāq karena ketika mengucapkan huruf lidah melekat pada langit-langit mulut.

Hal:[284]

Ayat 20:

محظورا, Ẓā’ bersifat Iṭbāq karena ketika mengucapkan huruf lidah melekat pada langit-langit mulut.

صغيرا, Ṣād bersifat Iṭbāq karena ketika mengucapkan huruf lidah melekat pada langit-langit mulut.

Hal:[285]

Ayat 33:

منصورا, Ṣād bersifat Iṭbāq karena ketika mengucapkan huruf lidah melekat pada langit-langit mulut.

Ayat 37 :

طولا, Ṭā’ bersifat Iṭbāq karena ketika mengucapkan huruf lidah melekat pada langit-langit mulut.

Hal:[286]

Ayat 40:

عظيما, Ẓā’ bersifat Iṭbāq karena ketika mengucapkan huruf lidah melekat pada langit-langit mulut.

Ayat 44:

والارض, Ḍā’ bersifat Iṭbāq karena ketika mengucapkan huruf lidah melekat pada langit-langit mulut.

Hal:[287]

Huruf Infitah

Infitāh (انفتاح): Secara bahasa berarti terbuka. Maksudnya ialah merenggangnya lidah dari langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf.

Adapun huruf-hurufnya adalah semua huruf selain huruf-huruf Iṭbāq.

Ayat 51:

قريبا, Qāf, Rā’, Yā’, dan Bā’ bersifat Infitāh karena renggangnya lidah dari langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf.

Ayat 53:

مبينا, Mīm, Bā’, Yā’ dan Nūn bersifat Infitāh karena karena renggangnya lidah dari langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf.

Hal:[288]

Ayat 59:

وءاتينا, Wāwu, Hamzah, Tā’, Yā’, Nūn bersifat Infitāh karena karena renggangnya lidah dari langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf.

Ayat 62:

ارأيتك, Hamzah, Rā’, Tā’, dan Kāf bersifat Infitāh karena karena renggangnya lidah dari langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf.

Hal:[289]

Ayat 67:

كفورا, Kāf, Fā’, Wāwu, dan Rā’, bersifat Infitāh karena karena renggangnya lidah dari langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf.

Ayat 69:

تبيعا, Tā’, Bā’, Yā’, dan ‘Aīn bersifat Infitāh karena karena renggangnya lidah dari langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf.

Hal:[290]

Ayat 78:

مشهودا, Mīm, Syīn, Hā’, Wāwu, dan Dāl bersifat Infitāh karena karena renggangnya lidah dari langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf.

Ayat 84:

اهدى, Hamzah, Hā’, Dāl, dan Alīf bersifat Infitāh karena karena renggangnya lidah dari langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf.

Hal:[291]

Ayat 87:

كبيرا, Kāf, Bā’, Yā’, dan Rā’ bersifat Infitāh karena karena renggangnya lidah dari langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf.

Ayat 94:

رسولا, Rā’, Sīn, Wāwu, dan Lām bersifat Infitāh karena karena renggangnya lidah dari langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf.

Hal:[292]

Huruf Idzlaq

Iżlāq (اذلاق): Secara bahasa berarti ujung. Maksudnya ialah huruf-huruf yang keluar dari ujung lidah atau ujung bibir yang menyebabkan lancar dalam  pengucapan.

Huruf-hurufnya dirumuskan dalam: فر من لب

Ayat 97:

ونحشرهم, Nūn dan Rā’ bersifat Iżlāq karena merupakan huruf yang keluar dari ujung lidah.

Ayat 101:

فرعون, Fā’ bersifat Iżlāq karena merupakan huruf yang keluar dari ujung bibir. Rā’ dan Nūn juga bersifat Iżlāq karena merupakan huruf yang keluar dari ujung lidah.

Hal:[293]

Ayat 106:

تنزيلا, Nūn dan Lām bersifat Iżlāq karena merupakan huruf yang keluar dari ujung lidah.

Ayat 02:

حسنا, Nūn bersifat Iżlāq karena merupakan huruf yang keluar dari ujung lidah.

Ha:[294]

Ayat 06:

اسفا, Fā’ bersifat Iżlāq karena merupakan huruf yang keluar dari ujung bibir.

Ayat 09:

عجبا, Bā’ bersifat Iżlāq karena merupakan huruf yang keluar dari ujung bibir.

Hal:[295]

Ayat 18:

رعبا, Bā’ bersifat Iżlāq karena merupakan huruf yang keluar dari ujung bibir.

Ayat 20:

أبدا, Bā’ bersifat Iżlāq karena merupakan huruf yang keluar dari ujung bibir.

Hal:[296]

Ayat 21:

مسجدا, Mīm bersifat Iżlāq karena merupakan huruf yang keluar dari ujung bibir.

Ayat 24:

لاقرب, Bā’ bersifat Iżlāq karena merupakan huruf yang keluar dari ujung bibir.

Hal:[297]

Huruf Ishmath

‘Iṣmāt (عصمات):Secara bahasa berarti menahan atau diam. Maksudnya ialah huruf-huruf yang tidak bertempat di ujung lidah atau ujung bibir. Ini merupakan perlawanan dari sifat Iżlāq. Huruf-hurufnya agak lamban dalam pengucapan dibandingkan huruf-huruf Iżlāq.

Ayat: 29

سرادقها, Sīn, Dāl, Qāf dan Hā’ bersifat Iṣmāt karena tidak bertempat di ujung lidah atau ujung bibir dan agak lamban ketika diucapkan.

Ayat:31

 مُتَّكِئِيْنَ, Tā’, Kāf, dan Hamzah bersifat Iṣmāt karena tidak bertempat diujung lidah atau ujung bibir dan agak lamban ketika diucapkan.

Hal:[298]

Ayat: 38

أحدا, Hamzah, Khā’ dan Dāl bersifat Iṣmāt karena tidak bertempat di ujung lidah atau ujung bibir dan agak lamban ketika diucapkan.

Ayat:42

خَاوِيَة, Khā’ , Wawu, dan Yā’ bersifat Iṣmāt karena tidak bertempat di ujung lidah atau ujung bibir dan agak lamban ketika diucapkan.

Hal:[299]

Ayat: 48

بل زعمتم, Zāi, ‘Aīn dan Tā’ bersifat Iṣmāt karena tidak bertempat di ujung lidah atau ujung bibir dan agak lamban ketika diucapkan.

Ayat:50

فسجدوا, Sīn, Jīm, dan Dāl bersifat Iṣmāt karena tidak bertempat di ujung lidah atau ujung bibir dan agak lamban ketika diucapkan.

Hal:[300]

Ayatt: 56

هزوا, Hā’, Zāi dan Wāwu bersifat Iṣmāt karena tidak bertempat di ujung lidah atau ujung bibir dan agak lamban ketika diucapkan.

Ayat: 58

لويؤاخذهم, Yā’, Khā’, Żāl,dan ’ bersifat Iṣmāt karena tidak bertempat di ujung lidah atau ujung bibir dan agak lamban ketika diucapkan.

Hal:[301]

Ayat: 62

غدآءنا, Gīn, Dāl, dan Hamzah bersifat Iṣmāt karena tidak bertempat di ujung lidah atau ujung bibir dan agak lamban ketika diucapkan.

Ayat: 74

زكية, Zāi, Kāf, Yā’, dan Tā’ bersifat Iṣmāt karena tidak bertempat di ujung lidah atau ujung bibir dan agak lamban ketika diucapkan.