Orang Kawin Habis Nikah, Mengapa?

Sudah merupakan sunnatullah bahwa dalam kehidupan akan ada susah-senang dalam menjalaninya. Seperti halnya siang akan berubah malam dengan digantinya matahari oleh bulan. Panas akan hilang setelah turunnya hujan. Begitu pun  manusia dalam menjalani kehidupannya. Bila orang kawin habis nikah ibarat jalan tak selamanya mulus dan lurus medannya. 

Namun, kehiduapn akan terasa lebih indah dan bermakna jika sudah ada pendamping yang setia menemani di setiap keadaan.  Dan pada nantinya akan timbul ungkapan ”Baiti jannati”, rumah ibarat surga dengan bertebaran cinta dan kasih sayang di dalamnya. Itulah dambaan tiap orang yang sudah mempunyai pendamping dalam hidupnya. Tentu proses awalnya dimulai dari menikah; yang tak lain merupakan tuntunan agama (syariat) sejak awal kenabian Nabi Adam A.s dan akan terus berlangsung hingga di kehidupan surga kelak ―tentunya berbeda aturan dan praktek di setiap periode kenabian. 

Menikah itu merupakan sebuah resepsi yang dapat melegalkan dua insan dalam melakukan hal yang sebelumnya merupakan larangan. Karena itulah orang kawin habis nikah. Tentu dengan beberapa syarat dan ketetapan yang sudah termaktub dalam kitab-kitab Fiqih. Baik saat pernikahan berlangsung memakai Jas Pria Murah hingga Jas Pria yamng mahal sekali pun. Dengan menikah amaliah seseorang akan lebih berbobot pahalanya, sebagaimana perkataan sebagian ulama  

“satu rakaat salatnya orang yang sudah menikah lebih utama daripada tujuh puluh rakaatnya orang yang belum menikah”. Bukan hanya sarat akan pahala saja, Allah juga menjamin kekayaan bagi siapa yang miskin dengan melangsungkan perenikahan. Dalam hal ini Ibnu Mas’ud pernah berkata, “uthlub al-qhina fi annikah”, arti gampangnya orang akan mudah menjadi kaya ketika setelah menikah. Tapi jaminan tersebut menurut  Imam al-Qurthubi dalalm tafsir jami’ al-ahkam-nya tertentu pada seseorang yang menikah karna berkeinginan mencari ridha Allah. Tak cukup disana saja, Allah akan memberikan pertolongan kepada orang menikah, jika melakukannya karna takut terjerumus dalam perzinaan.

Pun juga menurut penuturan ahli kedokteran secara sosiologis-biologis menikah guna menyalurkan sperma dan mencairkan libido yang terdapat banyak efek negatif jika terlalu lama mengendab dan tidak terlampiaskan. Dengan menikah libido bebas dilampiaskan (tentunya kepada istri sendiri),  dan sperma tak tebuang percuma, ada semacam penampung, yang menjadi proses awal pelestarian hidup manusia nantinya. 

Intinya dalam pernikahan terdapat kenikmatan yang tiada dua di dunia. Jadi kapan kamu menikah?