Sabar Artinya al-Habsu dan al-Man’u

Sabar adalah pil pahit yang berakhir manis. Oleh karenanya, dalam kehidupan ini penting adanya rasa sabar. Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah  sabar secara etimologi adalah al-habsu dan al-man’u (menahan dan mencegah). Secara lebih rinci, sabar dapat diartikan sebagai menahan diri dari gelisah dan marah, menahan lisan dari keluh kesah, serta menahan Anggota tubuh dari menampar pipi, merobek baju, dan perilaku merusak lainnya.

Adapun definisi sabar secara terminologi menurut imam al-ghazali adalah kukuhnya pendorong agama dalam menghadapi motivasi syahwat. Dan menurut beliau, sabar ada tiga macam; 

  1. Sabar dalam menjalani ketaatan kepada allah swt.
  2. Sabar dalam menjauhi larangan allah swt.
  3. Sabar dalam menghadapi musibah.

Oleh karena itu, dalam kajian ini kami meneliti hadis tentang seseorang yang masuk neraka meski ia mati dalam medan perang, dikarenakan ia tidak sabar menahan perihnya luka yang ada pada dirinya. Sebagaimana hadis berikut ini;

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ ح و حَدَّثَنِي مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ شَهِدْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِرَجُلٍ مِمَّنْ يَدَّعِي الْإِسْلَامَ هَذَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلَمَّا حَضَرَ الْقِتَالُ قَاتَلَ الرَّجُلُ قِتَالًا شَدِيدًا فَأَصَابَتْهُ جِرَاحَةٌ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ الَّذِي قُلْتَ لَهُ إِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَإِنَّهُ قَدْ قَاتَلَ الْيَوْمَ قِتَالًا شَدِيدًا وَقَدْ مَاتَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى النَّارِ قَالَ فَكَادَ بَعْضُ النَّاسِ أَنْ يَرْتَابَ فَبَيْنَمَا هُمْ عَلَى ذَلِكَ إِذْ قِيلَ إِنَّهُ لَمْ يَمُتْ وَلَكِنَّ بِهِ جِرَاحًا شَدِيدًا فَلَمَّا كَانَ مِنْ اللَّيْلِ لَمْ يَصْبِرْ عَلَى الْجِرَاحِ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَأُخْبِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ أَشْهَدُ أَنِّي عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ ثُمَّ أَمَرَ بِلَالًا فَنَادَى بِالنَّاسِ إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ

(صحيح البخاري: 4/27).

Artinya: menceritakan kepadaku(imam bukhori) mahmud bin ghailan, menceritakan kepadaku abdu ar-razzaq, mengabarkan kepadaku ma’mar dari az-zuhri dari ibnu al-musayyib dari abu Hurairah beliau berkata “saya ikut berperang Bersama rosulullah lalu bersabda kepada lelaki yang mengaku islam ‘orang ini penduduk neraka’. Ketika terjadi sebuah peperangan lelaki itu berperang dengan gigih lalu ia terluka. Kemudian seorang sahabat bertanya kepada nabi “ya rosulullah lelaki yang engkau katakan itu penduduk neraka padahal ia berperang dengan sangat gigih dan terbunuh”? Lalu nabi menjawab: “ia termasuk dari penduduk neraka”. Abu Hurairah bekata: “hampir Sebagian sahabat kebingungan mendengar jawaban rosulullah tersebut. Tiba-tiba, seseorang mengatakan bahwa orang itu belum mati. Akan tetapi, ditubuhnya terdapat luka yang parah sehingga pada malam harinya ia tidak sabra menahan perihnya luka di tubuhnya lalu ia bunuh diri. Kemudian kejadian itu terdengar oleh rasulullah dan beliau berkata: “allah  maha besar, aku bersaksi bahwa aku hamba sekaligus utusannya. Kemudian menyuruh bilal untuk memanggil para sahabat lalu nabi bersabda: “ sesungguhnya lelaki itu tidak akan masuk surga kecuali berjiwa islam dan sungguh allah akan menguatkan agama ini dengan orang-orang bejat

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat!